Unggahan itu langsung menyebar luas dan memicu komentar negatif dari warganet, terutama ditujukan kepada pihak pengelola program MBG.
Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena mengatakan pihaknya langsung berkoordinasi dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Seri untuk menelusuri temuan itu.
“Saya sudah minta penjelasan dari pengelola SPPG. Mereka juga sudah turun ke lokasi dan mengambil sampel makanan yang diduga mengandung ulat. Sampel itu kemudian dibawa ke Balai POM Ambon untuk diperiksa,” kata Bodewin di Balai Kota Ambon, Rabu (23/7/2025).
Baca Juga : Call Center 112 Segera Diluncurkan, Ambon Siap Tingkatkan Layanan Darurat Publik
Namun menurut Bodewin, Balai POM tidak dapat menindaklanjuti karena tidak ada korban yang terdampak secara langsung.
“Pihak Balai POM menyampaikan bahwa penindakan hanya bisa dilakukan jika ada korban. Karena tidak ada yang mengalami keracunan atau dampak kesehatan lainnya, maka kasus ini tidak bisa dilanjutkan lewat jalur mereka,” jelasnya.
Meski demikian, Bodewin tetap meminta pengelola MBG agar tidak mengabaikan temuan ini. Ia bahkan menyarankan agar masalah ini dibawa ke ranah hukum untuk memastikan tidak ada unsur kesengajaan atau kelalaian.
Baca Juga : Ketua Koperasi TKBM Ambon Dilaporkan, Diduga Selewengkan Dana Rp. 47 Miliar
“Kalau perlu, saya minta agar ini dilaporkan ke pihak kepolisian supaya bisa diusut tuntas. Kita perlu tahu, apakah benar makanan itu berasal dari dapur mereka atau ada unsur sabotase,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan seluruh pengelola program makanan gratis untuk lebih ketat dalam mengawasi proses produksi dan memastikan standar kebersihan makanan.
“Ini penting karena makanan ini dikonsumsi oleh anak-anak sekolah. Kita harus pastikan betul kualitas dan keamanannya,” tambahnya.
Baca Juga : Siapa Lindungi Tambang Ilegal Gunung Botak?
Program Makanan Bergizi Gratis Pemkot Ambon sendiri menyalurkan lebih dari 3.000 paket makanan setiap hari ke berbagai sekolah. Dari seluruh distribusi itu, insiden penemuan ulat baru dilaporkan di SD Kristen Seri, dan hanya pada satu kotak makan.
“Kejadian ini harus ditindaklanjuti. Jangan sampai terulang, dan pengelola harus bertanggung jawab,” tutup Bodewin. (Arf)
- Milad ke-62, IMM Buru Selatan Santuni Anak Yatim dan Bagi Takjil Gratis
- Perkuat Silaturahmi, Nusamba Gelar Buka Puasa Bersama
- Demo di Polres Bursel, Massa Aksi Desak Polri Batalkan PTDH Briptu Haryanto Tasane
- JERITAN EMOSI CINTA SUNYI DARI BUMI PULAU SERAM, DI HARI KASIH SAYANG 14 FEBRUARI 2026
- Perkuat Ketahanan Pangan, Bupati Buru Selatan Teken Kerjasama Perum Bulog








