Sementara itu, perwakilan Buru, Sami Latbual menjelaskan sesungguhnya kegiatan ini merupakan agenda kedua setelah sebelumnya dilakukan untuk memperingati HUT Kemerdekaan RI. Agenda kedua ini harusnya berlangsung tanggal 19 Agustus menjelang HUT Provinsi Maluku, namun sempat tertunda karena ada berbagai kesibukan.
Dia menyampaikan bahwa silaturahmi yang dilakukan tersebut akan terus dijaga, baik di pulau Ambalau maupun di Pulau Buru.
Selain itu, ia menegaskan bahwa bantuan tersebut tidak melibatkan pemerintah atau pihak-pihak lain selain persekutuan Forum Silatuhrahmi Buru-Ambalau.
“Kami datang dengan bantuan ini ke kepala soa dan tokoh adat, karena ini kegiatan bukan dari Pemda. Jadi, kami tidak ke bapa dusun sebagai perwakilan pemerintah di dusun, karna bantuan ini hasil patungan kami semua yang ada dalam Forum Silatuhrahmi Buru-Ambalau,” paparnya.
Baca Juga : Kebakaran Batu Merah, 10 Rumah Hangus Terbakar, Warga Panik Berhamburan
Disamping itu, Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tetap tenang menghadapi dinamika konflik yang terjadi di kota Ambon dan tidak terprovokasi dengan berbagai hal yang terjadi.
“Jangan mengambil keputusan saat emosi, karena keputusan itu akan melahirkan masalah di belakang. Hidup baik lain dengan lain sebagai orang basudara,” pesannya.

Di kesempatan itu, Latbual berharap langkah pembagian ratusan beras ini dapat memicu berbagai pihak termasuk pemerintah untuk berbagi dengan masyarakat yang membutuhkan.
“Forum berharap sentuhan kecil ini dapat bermanfaat bagi warga, sekaligus mendorong pihak-pihak lain, termasuk pemerintah untuk ikut berbagi dengan masyarakat,” tandasnya.
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Alwi Souwakil kepada Kepala Soa Jemy Tasane, serta oleh Hein Tasane kepada tokoh adat Kilometer 9, Bapak Tinus Tasane dan disaksikan Bapak Puji, Yadus Tasane serta para penerima bantuan. (RB)
Baca Juga : Bentrok Warga di Ambon, Gubernur dan Wali Kota Serukan Perdamaian










Response (1)