“Tapi Kepala Bank Maluku-Malut cabang Namrole berprinsip itu, harus PKS antara Bank Maluku-Malut pusat dan Bank Modern pusat yang hingga kini tak kunjung ada dan alasan lainnya. Tapi hal ini ternyata bisa dilakukan di Kabupaten lain, tanpa ada PKS dari pusat, salah satu contoh di Kabupaten Buru,” ujar orang nomor satu di BPKAD Bursel ini.
Ada pun langkah ini lanjut Rinsampessy, tidak bertujuan untuk mematikan bisnis perbankan Bank plat merah ini, melainkan memberikan kesempatan bagi pertumbuhan ekonomi.
“Pengalihan pembayaran gaji sejumlah OPD dilakukan sehingga setoran kreditnya bisa langsung dipotong di Bank tersebut dan ternyata pengalihan pembayaran gaji juga memberikan kontribusi berupa Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi daerah, yang dapat membantu meningkatkan PAD kita,” ucap Rinsampessy.
Dia menjelaskan, untuk gaji Dinas Kesehatan dan Dinas Pertanian, itu nanti Bank Maluku-Malut memotong setoran kredit mereka dulu baru sisanya bendahara pengeluaran OPD yang berkewajiban memotong gaji, untuk selanjutnya ditransfer ke rekening penampung Bank Modern yang ada di Bank Maluku-Malut, lalu sisanya masuk ke rekening masing-masing.
Baca Juga : Wabup Bursel Buka Konsultasi Publik I Penyusunan KLHS RPJMD 2025–2030

“Pembayaran gaji di daerah lain tidak hanya di Bank plat merah saja, tetapi juga di Bank lainnya. Dan diharapkan dari pengalihan pembayaran gaji di Bank Modern bisa mempercepat proses pembayaran gaji ASN, ” kata wanita yang akrab di sapa Nane ini.
Terpisah Pimpinan bank Maluku dan Modern cabang Namrole yang coba dihubungi via telepon selulernya tidak merespon. (RB)
Baca Juga : Warga Lena Tewas Diterkam Buaya Saat Cari Ikan di Sungai Poli Buru Selatan









Response (1)