, , ,

Menuju Puncak HPN 2026 : Rahmi Hidayati Mencintai Indonesia dengan Berkebaya

oleh -346 Dilihat
Rahmi Hidayati "Perempuan Berkebaya" raih Trofi Abyakta, Anugerah Kebudayaan PWI Pusat 2026
Rahmi Hidayati "Perempuan Berkebaya" raih Trofi Abyakta, Anugerah Kebudayaan PWI Pusat 2026

Radarmaluku.id, Jakarta – Komunitas Perempuan Berkebaya Indonesia (PBI) punya peran penting dalam memperjuangkan kebaya hingga diakui sebagai Warisan Budata Tak Benda oleh UNESCO tahun 2024, melalui joint nomination Indonesia, Brunei Darussslam, Malaysia, Singapura dan Thailand. 

Kiprahnya tersebut membawa Rahmi Hidayati dengan komunitasnya menerima penghargaan Trofi Abyakta, Anugerah Kebudayaan PWI Pusat 2026. Pada puncak Hari Pers Nasional, 9 Februari 2016 di Serang, Banten.   

Sebagai Ketua Umum PBI, perempuan energik yang akrab dipanggil Mimi ini, kapan, dimana dan kemana pun selalu berkebaya. Menyetir mobil, naik angkot dari rumahya di Tangerang Selatan ke Jakarta, mendaki gunung, ikut terbang layang, memancing, mendayung, dan naik sepeda, hingga ke luar negeri pun, selalu berkebaya. Berapa dia punya kebaya? Magister Manajemen, FE-UI 2008 ini, mempunyai kebaya 300 potong lebih. Wow.

“Kebaya itu pakaian asli perempuan Indonesia. Nyaman dan tidak ribet cara memakainya,” tutur perempuan kelahiran Dumai 1968 yang suka blusukan ke Baduy untuk membagi obat-obatan.

Rahmi memulai karier kewartawanannya sejak tahun 1988. Setelah bekerja di Harian Bisnis Indonesia selama 10 tahun (1995-2005), ia  menjadi wartawan lepas, supaya bisa mengurus PBI. 

Ide membentuk komunitas PBI muncul ketika para wartawati dari berbagai media berkumpul untuk reuni sambil makan siang di rumah Mirna Ratna, wartawan Harian Kompas. Saat itu hadir Ezki Susanto, Kristin Samah, Maria Karsia, Lea Tandjung, Tingka Adiati, Tuti Marlina, Christine Chandraningsih dll. Kemudian tanggal 4 Desember 2014 itu, dibentuklah  PBI, dan Rahmi dipercaya sebagai  Ketua Umum PBI, dengan jaringan di berbagai daerah dan luar negeri.    

Atas kiprahnya mempelopori gerakan berkebaya di dalam hingga di luar negeri, secara berkelanjutan selama lebih dari 10 tahun itulah, ia diganjar Anugerah Kebudayaan PWI Pusat pada HPN 2026 di Banten. “Semoga penghargaan ini semakin menyemangati gerakan Mbak Rahmi dan PBI mencintai Indonesia dengan berkebaya,” ujar Direktur Anugerah Seni dan Kebudayaan PWI Pusat Yusuf Susilo Hartono merangkap Ketua Dewan Juri.

Tentang Penulis: Radar Maluku

Gambar Gravatar
Pemimpin Redaksi RadarMaluku.id

Responses (4)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.