Wattimena menekankan bahwa reformasi birokrasi yang ia jalankan bukan hanya bersifat jangka pendek. Ia ingin membangun sistem kaderisasi pejabat yang terencana dan berkelanjutan.
“Ke depan kita tidak boleh repot cari orang lagi. Orang-orang potensial harus kita siapkan dari sekarang,” ucapnya.
Ia juga mewajibkan setiap pejabat yang akan dilantik untuk memaparkan visi, program konkret, serta solusi atas persoalan di instansi masing-masing. “Saya tanya langsung. Kalau saya tempatkan di Dinas Pariwisata, apa yang bisa saudara lakukan? Saya mau ada program nyata, misalnya wisata paralayang di Pintu Kota atau kawasan mangrove yang terintegrasi,” jelasnya.
Baca Juga : Ulang Tahun Kota Ambon Dirayakan dengan Peluncuran Call Center 112
Kinerja Jadi Tolok Ukur
Wattimena menegaskan akan mencopot pejabat yang tidak menunjukkan progres, khususnya di sektor prioritas seperti pengelolaan sampah.
“Kalau tidak bisa kerja, saya ganti. Ini bukan soal suka atau tidak suka, tapi soal tanggung jawab,” tegasnya.
Baca Juga : Ketua Koperasi TKBM Ambon Dilaporkan, Diduga Selewengkan Dana Rp. 47 Miliar
Ia juga memastikan akan merangkul seluruh potensi terbaik, termasuk dari kalangan yang sebelumnya berseberangan secara politik.
“Walaupun kemarin mereka lawan saya, tapi kalau mereka punya kemampuan dan bisa bantu wujudkan visi-misi saya, saya akan pakai,” pungkasnya. (Red)









Response (1)